Seperti dikabarkan
ABC Australia, latihan gabungan yang dijadwalkan digelar hari ini (Rabu, 20/11) di Darwin Australia dengan melibatkan enam jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Indonesia dengan delapan jet tempur FA-18 milik Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) telah ditunda.
Padahal lebih dari 200 personel Angkatan Udara dari kedua negara telah berada di Darwin untuk menggelar latihan gabungan yang disebut latihan Elang AusIndo tersebut.
Komandan Squadron Wing RAAF 75, Peter Mitchell kemarin (Selasa, 19/11) menyatakan bahwa hubungan taktis dengan angkatan bersenjata Indonesia merupakan hal penting.
"Kita tidak terlibat dalam isu kebijakan dan diplomasi," katanya.
Ia juga menekankan bahwa hubungan antar pilot pesawat tempur Australia dan Indonesia bersahabat.
"Kita sangat nyaman bekerja sama," jelasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: