Berita tersebut didasarkan pada wawancara yang dilakukan pada tahun 2004 dengan mantan Kepala Intelejen Indonesia, Jenderal AM Hendropriyono.
Dalam wawancara tersebut, Jendral Hendropriyono yang memimpin Badan Intelejen Negara (BIN) di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri diberitakan pernah mengatakan bahwa agen intelijennya menyadap telepon masyarakat sipil, militer dan politisi Australia saat krisis Timor Timur terjadi, pada tahun 1999.
"Kita ingin tahu apa yang sebenarnya didiskusikan tentang kita," katanya dalam program Nine's Sunday, dikutip dari
the Australian.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut bahwa kedua belah pihak sebenarnya sudah saling mengetahui aksi penyadapan selama krisis yang terjadi di Timor Timur.
"Kita bisa menyebut ini rahasia umum. Rahasia tapi publik tahu. Ini cukup umum dalam aktifitas intelejen," lanjutnya.
Jendral Hendropriyono, masih dari sumber yang sama, menuturkan bahwa aksi mata-mata Indonesia telah berakhir dan tidak lagi dilakukan karena saat ini Indonesia telah menghadapi musuh bersama, yakni terorisme global.
[ysa]
BERITA TERKAIT: