Kekecawaan ini masyarakat ini, kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, terjadi karena ekspektasi masyarakat kepada MK selama ini begitu besar. Masyarakat telah memberikan kepercayaan penuh kepada MK, namun akhirnya mereka merasa dibohongi.
"Tetapi menurut saya, kita juga perlu proporsional menilai MK. Kalau Akil korupsi, tidak serta merta bisa dikatakan semua Hakim Konstitusi juga korupsi. Tidak benar mengeneralisir begitu," kata Said kepada
Rakyat Merdeka Online beberpa saat lalu (Kamis, 14/11).
Pernyataan Said ini terkait dengan tindakan anarkis merusak ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) oleh massa yang diduga pendukung dari salah satu calon kepala daerah yang tengah berperkara.
"MK ini kan sedang berbenah. Lembaga itu perlu dukungan publik. Kalau dalam suatu perkara memang ditemukan ada indikasi penyimpangan, segera laporkan ke pihak berwenang. Jangan disikapi dengan gaya preman seperti itu," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: