"Oleh karena itu, pemuda saat ini seharusnya bisa mencontoh dan memiliki jiwa kepahlawanan maritim seperti itu," ujar Direktur Eksekutif ndonesia Maritime Institute (IMI) Y.Paonganan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/11).
Paonganan melanjutkan, bahwa banyak pahlawan-pahlawan maritim yang terabaikan oleh sejarah. Seperti misalnya, nama Kapten Laut Markadi yang berjuang dengan sandi Pasukan-M. Namanya mungkin tidak banyak dikenal oleh anak-anak muda bangsa ini, padahal perjuangan Markadi telah mengekspresikan nilai-nilai penting seorang pemimpin sejati.
"Kapten Laut Markadi itu sosok pahlawan sesungguhnya," ujarnya.
Begitu juga sosok lain dari Cirebon bernama Kapten (Anumerta) Samadikun. Peristiwa pertempuran laut di Cirebon terjadi pada tanggal 5 januari 1947 antara Kapal Gajah Mada melawan kapal Belanda HR MS Kortenaer membuktikan bahwa Samadikun merupakan sosok pahlawan maritim yang patut masuk buku sejarah. Tidak hanya itu, ada pula sosok lain yang juga layak disebut sebagai pahlawan maritim, seperti nama besar Yos Sudarso dan Ir. Djuanda.
"Kepahlawanan para pejuang maritim telah memberi kontribusi yang besar bagi bangsa ini, saatnya kita meneruskannya dengan terus menyebarkan visi maritim untuk jadikan Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh dan berdaulat" tegasnya.
Untuk mengenang jasa para pahlawan maritim ini, IMI mendesak agar pemerintah kembali mendata tokoh-tokoh pejuang. Termasuk mereka yang berjuang untuk kemerdekaan dengan persenjataan seadanya, tapi mampu menghalau pasukan tempur penjajah yang terbilang lebih kuat.
[ian]
BERITA TERKAIT: