Senjata Harus Ditarik dari Polisi yang Tidak Stabil Psikologisnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 08 November 2013, 13:26 WIB
Senjata Harus Ditarik dari Polisi yang Tidak Stabil Psikologisnya
ilustrasi/net
rmol news logo . Mabes Polri perlu meninjau kembali aturan penempatan senjata untuk anggota. Mabes Polti juga harus memastikan senjata api hanya dibawa oleh petugas yang memiliki kriteria tertentu.

"Seharusnya tidak sembarang aparat yang boleh membawa senjata api, perlu dilakukan uji kelayakan sebelum mereka diperbolehkan membawa senjata," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 8/11).

Aboe Bakar pun menilai aksi penembakan oknum brimob terhadap seorang Satpam di Jakarta Barat, Selasa malam (5/11) adalah akibat ketika senjata api di tangan orang yang tidak tepat, meskipun itu seorang aparat. Oleh karenanya uji kelayakan membawa senjata seharusnya dilakukan secara rutin, dan ini terkait erat dengan dengan kondisi psikologis seseorang.

"Dengan evaluasi berkala tersebut, senjata harus ditarik dari seorang polisi yang sedang tidak stabil secara psikologis," demikian Aboe Bakar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA