Hari ini (Rabu, 6/11), ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Adat, Moloko Kie Raha, Maluku Utara, menggelar aksi di Mabes Polri. Mereka meminta untuk segera mengungkap kasus penipuan yang dilakukan Nita, yang juga anggota DPR RI.
Dalam orasinya, Abdul Kadir Soleman, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Nita Budi Susanti telah memberi citra buruk terhadap Kesultanan Ternate. Nita telah menggunakan cop surat kesultanan dan cap Kolano atau Sultan untuk kepentingan pribadinya.
"Tindak pidana ini terkait dengan pelantikan dua bayi kembar sebagai pengganti Sultan Ternate pada tanggal 11 Oktober lalu, kami juga mempertanyakan bayi kembar itu apakah lahir dari rahim Nita Budi Susanti," kata Abdul.
"Asal muasal dua bayi kembar juga dipersoalkan, keluarga menduga Nita tidak hamil sebelumnya, tapi tiba-tiba lahir dua bayi kembar, ini yang kemudian menjadi akar masalah di Kesultanan Ternate," sambungnya.
Abdul meminta Kapolri agar menindaklanjuti persoalan ini, dan memerintahkan Kapolda Maluku Utara untuk segera menangkap dan menahan para pelaku pengerusakan rumah anak dan keluarga Sultan Ternate.
Sementara itu, putri kedua Sultan Ternate, Wiriawati Mudaffar merasa heran dengan oknum anggota DPR yang melahirkan anak kembar yang tidak jelas lahir dimana, RS apa dan kapan. "Setahu kami, dia tidak hamil, tiba-tiba kenapa lahir anak kembar. Padahal sebagai istri Sultan, kelahiran anak itu merupakan peristiwa besar dan harus diketahui publik, tapi ini tidak jelas," katanya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: