Sejauh ini sejumlah nama yang kemungkinan berlaga adalah dua mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal Endriartono Sutarto, mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, serta mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto.
Meski begitu, perpaduan unsur militer dan sipil dinilai masih menjadi kombinasi yang paling diinginkan.
"Kalau memang rakyat masih mau sipil dan militer, ya kembali lagi ke rakyat," ujar Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar di sela-sela diksusi "Role Model Pemimpin dan Guru Bangsa" di Benatara Budaya, Jakarta, Sabtu, (2/11).
Namun menurut Agum, jika masyarakat ingin pemimpin yang tegas, tak perlu capres harus dari militer. Agum menyebut pemimpin Malaysia Mahathir Mohamad dan pemimpin Singapura Lee Kuan Yew dari kalangan sipil tapi tegas.
"Tapi sebagai Ketua yang membawahi persatuan purnawirawan militer dan Polri, kami rasanya punya kewajiban moral untuk siapkan purnawirawn terbaik untuk jadi pemimpin. Tapi saya tidak mau nyebut nama," demikian Agum.
[zul]
BERITA TERKAIT: