Dipandu ahli konstruksi, puluhan sukarelawan Habitan for Humanity ikut mengerjakan pembangunan rumah, mulai dari merangkai besi untuk tiang rumah hingga mengaduk pasir, semen, dan krikil sebagai bahan coran. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Pengusaha sukses yang juga chairman di Saratoga Group Edwin Soeryadjaya, dan Menteri Perekonomian era Pemerintahan Gus Dur, yang juga Ketua Kadin DR. Rizal Ramli ikut dalam kegiatan tersebut.
"Untuk Dukuh Kupang Utara, Habitat sudah melayani 63 keluarga. Target tiga tahun ke depan 1.000 keluarga di Surabaya dan sekitarnya yang akan dilayani," ujar Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia James Tumbuan yang ditemui
Rakyat Merdeka Online sesaat sebelum pembangunan rumah dimulai, Sabtu (2/11).
Empat keluarga yang rumahnya disulap jadi layak huni yakni, milik Jasuli, Agus Suyono, Khoirul dan Muslim. Jasuli, salah satu warga yang mendapat bantuan habitat bekerja serabutan dengan penghasilan Rp 400 ribu tiap bulannya. Bersama istri Endang, dua anak dan orang tuanya rumah yang ditempati Jasuli tidak memiliki struktur, penyekat hanya ada di ruang tamu, tembok kanan, kiri dan belakang menumpang dinding tetangga, pencahayaan jelek, sirkulasi udara kurang, plester dinding hanya di ruang tamu, dan atap rusak. Tak jauh beda dengan rumah Jasuli, kondisi rumah Agus Suyono, Khoirul, dan Muslim juga demikian.
James Tumbuan menyatakan, Habitat berkomitmen untuk terus melayani dengan memberi bantuan ketersedian rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu. Sejak didirkan tahun 1997 lalu, Habitat sudah melayani lebih dari 39 ribu keluarga di tujuh kotamadya/kabupaten di 13 provinsi. Sementara Habitat cabang Surabaya yang mulai berdiri tahun 2003 hingga kini sudah melayani 3.578 keluarga.
"Tiga tahun ke depan untuk wilayah Jatim target keluarga yang akan dilayani untuk kebutuhan rumah layak sebanyak 2.500," demikian James.
[ian]
BERITA TERKAIT: