Menurut Ketua IA ITB Hendry Harmen acara ini mengangkat tema besar "Big Kampoeng". Tema dipilih lantaran Jakarta merupakan kota majemuk, banyak suku bangsa yang bertemu di Jakarta untuk kepentingan yang berbeda-beda.
"Dengan adanya pasar seni ini kami harap IA ITB bisa ikut memberikan solusi," tuturnya dalam konferensi pers di Rumah IA ITB, Jakarta (Kamis, 31/10).
Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi wadah yang akan mempertemukan para seniman dengan masyarakat. Hal ini,lanjutnya, sejalan visi IA ITB Jakarta, yang berniat membangun sebuah budaya bagi masyarakat kota.
"Yaitu bahwa masyarakat kota itu tidak melulu bisnis tapi juga mengapresiasi seni," jelasnya.
Sedangkan untuk tata letak acara, wilayah Pasar Seni Jakarta ini akan dibagi menjadi empat zona utama, yaitu Zona Angin, Zona Air, Zona Tanah, dan Zona Api. Di Zona Angin, pengunjung akan disambut dengan instalasi layar-layar dan payung-payung melayang. Kemudian akan hadir pesan untuk Jakarta berupa instalasi Hiu Raksasa yang sedang menerkam becak-becak. Antara Zona Angin dan Zona Air, hadir instalasi perahu legendaris Samudra Raksa dengan ukuran yang spektakuler.
[ysa]
BERITA TERKAIT: