"Imbauan Gamawan sangat tendensius, seolah dia diperalat oleh kaum radikalis intoleran," kata Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia, Hamka Haq, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 26/10).
Imbauan Gamawan ini, lanjut Hamka, selain mencederai konstitusi asas kebangsaan Indonesia, juga menyakiti persaan warga yang merasa pernah dizalimi oleh FPI. Apalagi hal itu disampaikan secara resmi ketika pembukaan Rapat Kerja Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan Tahun 2013 di Kantor Wapres.
Menurut Hamka, bila memang maksud Gamawan agar setiap elemen masyarakat dilibatkan dalam pembangunan, mengapa ia tidak langsung menyebut NU dan Muhammadiyah saja. Atau majelis agama-agama seperti MUI, KWI, PGI, PHDI dan WALUBI, yang sudah mendapat tempat di hati masyarakat.
"Ketimbang FPI yang menimbulkan konflik dan hujatan di tengah masyarakat," demikian Hamka.
[ysa]
BERITA TERKAIT: