Demikian disampaikan Presiden Trade and Development Board UNCTAD Triyono Wibowo dalam laporan di depan sidang Komite II Majelis Umum PBB, di New York (Kamis, 24/10). Dubes Triyono juga merupakan Wakil Tetap RI utuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional di Jenewa. Ia terpilih sebagai Presiden TDB UNCTAD pada sesi ke-60 persidangan badan tersebut bulan September lalu.
UNCTAD adalah organisasi internasional yang menjadi wadah pembahasan isu perdagangan dan pembangunan negara berkembang dengan tiga pilar utama, yakni
concensus building, research and analysis, dan
technical assistance.
Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komite II, Watap Senegal untuk PBB di New York, Ambassador Abdu Salam Diallo dan dihadiri hampir seluruh negara anggota PBB, Dubes Triyono menjelaskan beberapa isu global yang akan menjadi perhatian UNCTAD dalam masa kepresidennya.
Berbagai isu itu antara lain tindak lanjut berbagai konferensi internasional khususnya yang terkait dengan proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015, investasi dalam kaitannya dengan Global Value Chains, evolusi trend sistem perdagangan internasional, serta bantuan UNCTAD kepada rakyat Palestina.
Semua isu tersebut telah dibahas pada Sidang TDB sesi ke-60 di Jenewa, tanggal 16-27 September 2013.
“UNCTAD akan terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembahasan isu-isu pembangunan melalui evaluasi secara kritis dan konstruktif terhadap proses dan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs), serta mengidentifikasi berbagai indikator yang dapat digunakan dalam menyusun agenda pembangunan global pasca 2015â€, demikian ditegaskan Dubes Triyono dalam laporan yang diterima dari Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Ricardo S. Ruru.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam proses menyiapkan hari jadinya yang ke-50 pada tahun 2014, UNCTAD berencana akan merayakannya dengan mendedikasikan pembahasan utama pada isu-isu agenda pembangunan global pasca 2015.
[dem]
BERITA TERKAIT: