Warga Meruya dan Mahasiswa Demo PT Copilyas untuk Minta Keadilan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 24 Oktober 2013, 18:17 WIB
Warga Meruya dan Mahasiswa Demo PT Copilyas untuk Minta Keadilan
demo kamerad
rmol news logo . Warga Meruya dan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Copilyas Indonesia. Dalam aksinya, massa menuntut agar aparat penegak hukum menangkap dan mengadili oknum premanisme di PT Copylas Indonesia.

"Kembalikan hak-hak warga Meruya atas kepemilikan tanah dan bangunan," kata Presedium Kamerad, Haris Pertama, dalam orasinya di Gedung Setia Budi Kuningan, Jakarta Selatan (Kamis, 24/10).

Sampai sekarang, kata Haris, kasus sengketa tanah warga meruya dengan PT. Copylas sampai sekarang penuh dengan tanda tanya. Padahal jika dokumen tanah berupa hak girik di pegang PT. Copylas Indonesia dan tanah tersebut berstatus sengketa, mestinya ribuan warga itu tak bisa memiliki sertifikat hak milik.

"Mestinya BPN tidak mengeluarkan dokumen kepemilikan tanah di atas lahan yang terlibat sengketa. Akan tetapi justru warga Meruya kehilangan hak kepemilikan tanah dan bangunan, seharusnya mereka mendapatkan pertimbangan hukum sesuai pasal 208 (1) pasal 207 HIR dan warga bisa menggugat kembali PT Copylas Indonesia," bebernya.

Aksi gabungan antara mahasiswa dengan warga Meruya ini, menuntut hak dan kewajibaannya. Selain itu pula PT Copylas Indonesia menghambat pembangunan JORR W akses dari Meruya ke Ulujami yang dilakukan oleh Pemda DKI. Padahal JORR-W tersebut untuk fasilitas umum. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA