PEMILU 2014

Administrasi Pemilu 2014 yang Amburadul Berpotensi Jadi Celah Kecurangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 21 Oktober 2013, 06:14 WIB
Administrasi Pemilu 2014 yang Amburadul Berpotensi Jadi Celah Kecurangan
ilustrasi/net
rmol news logo . Pemilu 2014 tinggal setengah tahun lagi digelar. Namun hingga kini, potensi kecurangan masih saja menghantui.

Di antara potensi kecurangan itu terkait dengan adiministrasi pemilu. Secara kongkrit, temuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bermasalah dan daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak valid mengindikasikan kuatnya celah kecurangan pemilu secara administratif.

Karena itu, kata Ketua Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland Sitorus, proses pembuatan e-KTP harus dipertanyakan ulang. Termasuk juga mekanisme pengawasan pembuatan e-KTP yang dapat memastikan bahwa e-KTP yang tercetak jumlahnya sesuai dengan yang berhak mendapatkannya.

Hal ini, lanjut Hotland, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/10), sangat berhubungan apabila dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pemilu 2009 lalu. MK akhirnya memperbolehkan penggunaan KTP bagi yang tidak tercantum di dalam DPT.

"Jadi sangat jelas benang merahnya dan sangat potensial disalahgunakan pada Pemilu 2014 nanti," demikian Hotland Sitorus. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA