Beratnya Menjadi Anggota Partai Komunis...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 17 Oktober 2013, 06:37 WIB
Beratnya Menjadi Anggota Partai Komunis...
ilustrasi/net
rmol news logo . Mungkin, dalam hal sistem pengkaderan, partai-partai yang ada di Indonesia, harus belajar ke Partai Komunis China (PKC). Apalagi, saat ini, muncul kritik yang tajam ke parpol dalam hal rekrutmen kader yang sangat instan.

Paling tidak, itu pengalaman politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Eva beberapa waktu lalu, atas nama delegasi PDI Perjuangan, berkunjung ke Tanqiao Community Center, Pudong, Shanghai yang dikelola oleh pengurus PKC tingkat ranting, bersama delapan kader partai lain di China.

Eva, beberapa saat lalu (Kamis, 17/10), bercerita bahwa proses menjadi anggota PKC sangat berat. Ada masa percobaan dua kali sebelum diumumkan mau mencalonkan maupun saat berstatus calon anggota.

Lanjut Eva, ada komite yang akan meneliti kapasitas, moralitas, track record serta penelitian sosial semacam penelitian khusus (litus) di zaman Orde Baru. Litsus ini bahkan juga menyangkut kondisi istri, keluarga, dan orang tua. Komite ini juga menerima masukan dari masyarakat yang dibuka selama tujuh hari.

"Ada anggota yang harus menjalani masa tunggu 25 tahun sebelum mempunyai kartu anggota PKC. Prinsipnya, kader harus memenuhi syarat moralitas, selain kapasitas kepemimpinan," demikian Eva. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA