"Ironi Indonesia dewasa ini. Kita sudah memilih jalan demokrasi. Namun sayangnya perkembangan demokrasi diikuti maraknya praktik korupsi, suatu penyalahgunaan kekuasaan yang paling klasik," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, Kamis malam (3/10).
Fadli Zon mengingatkan bahwa korupsi merupakan ancaman bagi demokrasi. Dia pun menilai ada beberapa alasan mengapa pertumbuhan demokrasi diikuti pertumbuhan korupsi.
Pertama, katanya, corak demokrasi Indonesua sekarang ini liberal, dan kebebasan tanpa batas menimbulkan anarki, termasuk mencari keuntungan pribadi. Kedua, tak ada rasa tanggung jawab. Ketika kekuasaan dipegang, tanggung jawab adalah kontrolnya.
"Tanpa tanggung jawab, kekuasaan menjadi koruptif. Pemimpin yang bertanggung jawab tahu batas kekuasaan dan bagaimana menggunakan kekuasaan itu. Dengan tanggung jawab, barulah demokrasi akan hidup dan korupsi akan mati," demikian Fadli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: