"Kita seharusnya mengembangkan dulu dari apa yang kita punya dulu. Itu sebagai skala prioritas. Jangan sedikit-sedikir impor," kata Megawati Soekarnoputi dalam acara gerakan menanam kedelai di Bantul Yogyakarta (Sabtu, 28/9).
Dalam kesempatan ini, yang juga dihadiri para ahli, Megawati memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan teknologi pertanian untuk petani.
Ahli pengembangan kedelai dari IPB yang sangat terkenal dengan pengembangan kedelai di lahan pasang surut, Munif Gulamahdi, yang hadir dalam acara ini pun berharap agar para kepala daerah dari PDI Perjuangan dapat memelopori pengembangan sektor pertanian yang benar-benar berpihak pada petani dan didukung para ahli pertanian dari dalam negeri.
"Kemampuan para ahli dalam negeri tidak kalah dengan ahli-ahli luar negeri," kata Munif, yang juga datang bersama dengan ekonom yang memberi perhatian begitu besar ke ekonomi kerakyatan, Imam Sugema, dan tokoh yang sangat memahami mekanisme pembiayaan resi gudang dan pasar lelang agroindustri, Surdiyanto.
Dalam kesempatan ini, Imam Sugema memberi kesaksian. Saat menjabat Presiden, Megawati menolak impor beras.
"Ibu Megawati memberikan perhatian yang begitu besar kepada pengembangan benih unggul dari para putra putri terbaik bangsa ini," kata Imam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: