Menurut tokoh muda NU, KH Maman Imanulhaq, apabila NU tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan aksi anarkis ini, itu artinya NU melupakan sejarah pendiriannya yaitu mempertahankan paham Islam ahlussunah wal jamaah yang menghargai nilai tradisi dan cara beragama yang menghormati budaya.
KH. Maman mengkhawatirkan, bila dibiarkan akan ada tindakan balasan dari sebagian besar masyarakat yang selama ini menjalankan tradisi ziarah kubur.
Ziarah kubur, ujar KH. Maman, tidak hanya sekedar permasalahan penghormatan atas para leluhur tetapi juga secara tidak langsung menghidupkan ekonomi kerakyatan. Maka peran PBNU adalah jelas meredam timbulnya konflik horizontal di tengah masyarakat.
 “Di sinilah letak esensi kehadiran PBNU sebagai soko guru berdirinya Republik Indonesia yang punya falsafah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang akan diperbuat oleh NU, jika mereka mengetahui makam para Wali akan dihancurkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab yang bertindak atas nama perlawanan terhadap kemusyrikan," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
"Para ulama NU harus segera mengambil sikap sebelum semua warisan budaya dihancurkan,†demikian KH. Maman.
[dem]
BERITA TERKAIT: