Jelas Syarief, kewirausahaan atau istilah lain pebisnis, selalu identik dengan pemuda sebagai generasi penerus. Sebab, dalam dunia kewirausahaan, ada dua prinsip yang harus diingat, yaitu persaingan dan tantangan.
"Saya seberanya tidak ingin mengatakan yang tua juga tidak ikut. Tapi pemuda lebih identik dalam persaingan dan suka tantangan," ujar Menteri Syarief dalam acara 'Pembukaan Pendidikan 2.500 Anggota Koperasi' dengan tema 'Pendidikan 2.500 Anggota Semangat Berkoperasi dan Wirausaha di Kalangan Mahasiswa untuk Indonesia Mandiri' di Autorium II Kampus III IAIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, siang tadi (Sabtu,14/9).
Syarief berharap, semangat berkoperasi dan berwirausaha harus selalu mengalir dan meningkat kepada generasi muda.
"Saya ingin, Koperasi Mahasiswa (kopma) Walisongo, menjadi koperasi terbaik di Indonesia," terangnya.
Ia pun menantang Kopma Walisongo, paling lambat satu tahun, atau pada September 2014 mendatang, harus memiliki UKM Mart yang dikelolah langsung oleh mahasiswa dengan profesional, paling tidaknya di lingkungan kampus.
"Makanya saya ingin, sesudah mahasiswa wisuda, mindset-nya sudah berubah. Sesudah wisuda jangan lagi pencari kerja, tapi menjadi pencipta kerja," terang Syarief disambut tepuk tangan meriah peserta.
Masih kata Ketua Harian DPP Partai Demokrat ini, tidak ada alasan susah berwirausaha. Kalau tidak ada modal, pemerintah akan bantu.
"Kita akan bantu yang betul-betul mau berwirausaha. Pemerintah sudah dorong dengan beberapa kebijakan. Seperti kredit usaha rakyat, di dalamnya ada subsidi. Dan manakala usahanya sudah jalan, maka akan ada lagi dana bergulir, manakala semakin maju dan memerlukan dana besar, kita akan berkerja sama dengan pihak bank yang sifatnya komersial," tandasnya.
Dalam acara ini hadir, Kadiskop dan UMKM Jawa Tengah, Sujarmanto Dwi Atmoko dan Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan, Muhammad Darori Amin serta civitas akademika IAIN Walisongo.
[ian]
BERITA TERKAIT: