Demikian disampaikan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin.
"Kita bisa sebut yang benar sudah final (sebagai capres) tentu adalah Prabowo Subianto. Tapi di luar itu, Pak JK, Pak Mahfud MD termasuk ARB sekalipun belum tentu jadi capres. Bisa saja mereka realistis dan mematangkan diri sebagai kandidat RI 2. Ini akan mengubah peta kekuatan konfigurasi jelang 2014," jelas Gun Gun.
Terlebih, sambung Gun Gun, PDIP harus membaca pergerakan partai papan tengah yang akan menjadi penentu pemenang Pemilu.
"Maksud saya, ketika perolehan suara PDIP tidak mencapai terget ideal mereka 27 persen suara sah nasional, misalnya hanya 18, 19 atau 20 persen, maka harus ada koalisi terbatas dengan partai-partai lain," ungkapnya.
Partai yang potensi untuk diajak koalisi, menurut Gun Gun, tentu bukan Gerindra, Hanura, dan Demokrat. Tapi, katanya lagi, yang mungkin untuk digandeng adalah partai papan tengah. Seperti PPP, PKB, PAN dan PKS.
"Kalau misalnya Mahfud MD menjadi orang yang membawa gerbong partai papan tengah, tentu akan dibaca sebagai potensi dari PDIP untuk memasangkan Jokowi dengan cawapres dari partai tengah sebagai bagian dari koalisi strategis," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: