Selain menghadirkan tokoh-tokoh nasional, acara juga mengundang para gubernur dan pimpinan DPRD se-Indonesia, duta besar negara sahabat, para pengusaha nasional dan para pimpinan LSM dan lembaga kemasyarakatan. Seniman kawakan Butet Kartaredjasa juga khusus dihadirkan dari Yogyakarta untuk memberikan Monolog mengenai tata kelola pemerintahan Indonesia.
IGI merupakan inisiasi anak bangsa dalam mengukur kinerja tata kelola pemerintahan provinsi se-Indonesia. Dengan basis data yang kuat dan fakta-fakta obyektif (bukan persesi), IGI menilai kinerja empat arena (sektor) yang mempengaruhi maju-mundurnya suatu provinsi; pemerintah (gubernur dan DPRD), birokrasi, masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi (bisnis). Dengan skala 1-10, keempat arena tersebut dinilai dengan menggunakan enam parameter good governance, yaitu; akuntabilitas, transparansi, partisipasi, keadilan (fairness), efektifitas, dan efisiensi.
Menurut Inda Loekman, Knowledge Research Manager di Kemitraan, butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikan penelitian ini, mulai dari mengorganisir peneliti dari 33 provinsi, mengakses data dan mengolahnya, sampai menguji hasi olah data tersebut dihadapan publik masing-masing provinsi.
"Alhamdulillah, saat ini hasil finalnya sudah bsia diakses di www.kemitraan.or.id/igi," ujar Inda.
Sebagai sebuah inisiasi untuk Indonesia, IGI kata dia diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintahan daerah seluruh Indonesia. Indeks ini akan menjadi alat advokasi yang kuat untuk mensosialisasikan praktek tata kelola pemerintahan yang baik, terutama pada level provinsi.
[rus]
BERITA TERKAIT: