Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 20/8).
"Penanggalan seragam dinas malah akan berpotensi menimbulkan persoalan baru. Misalkan masyarakat akan sulit mengidentifikasi mana polisi dan mana yang bukan. Seperti yang terpjadi hari ini di Johar Baru Jakarta Pusat, aparat yang sedang melakukan menggeledah diteriaki maling dan nyaris diamuk massa lantaran tidak memakai seragam," kata Aboe Bakar.
Kedua, lanjut Aboe Bakar, kebijakan tersebut akan bisa memicu naiknya angka kriminalitas, karena banyak penjahat yang nyaru menjadi polisi.
"Sekarang saja banyak kasus penjahat yang nyaru jadi polisi berseragam, apalagi nanti bila mereka tidak pakai seragam, kejahatan sejenis bisa menjamur," ungkap Aboe Bakar.
Ketiga, Aboe Bakar Khawatir turunnya kepercayaan diri aparat di lapangan. Karena selama ini mereka bangga dan
confident dengan seragam yang dipakai.
"Nah sekarang diminta lepas seragam. Apalagi bila ini dipicu dengan adanya penembakan, seolah mental polisi sudah kendor saat ada beberapa teman yang berseragam tertembak oleh orang tak dikenal. Hal ini jangan sampai terjadi, polisi tak boleh kalah mental dengan lima insiden penembakan yang ada. Bila itu terjadi mereka sudah kalah satu kosong dengan penjahat di lapangan," demikian Aboe Bakar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: