"Semua negara yang menjunjung tinggi demokrasi tidak boleh diam atas jatuhnya ratusan nyawa demonstran akibat tindakan represif militer Mesir itu," kata anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syahfan Badri Sampurno, beberapa saat lalu (Kamis, 15/8).
Syahfan pun menyesalkan sikap diam Amerika Serikat dan negara-negara Barat terhadap tragedi demokrasi di Mesir. Padahal selama ini, AS dan negara-negara Barat selalu mengklaim sebagai kampiun demokrasi.
"Sikap diam mereka mengindikasikan bahwa mereka sebenarnya menerapkan standar ganda dalam penerapan demokrasi di dunia. Dan sudah seharusnya bertanggung jawab terhadap pembantaian pendukung Mursi, mengingat mereka sejak awal mendukung kudeta militer Mesir," tambahnya.
Syahfan juga menyesalkan sikap pasifnya diplomasi luar negeri pemerintahan SBY selama ini terhadap permasalahan Mesir.Seharusnya Indonesia, selaku salah satu pemerakarsa gerakan Non Blok bersama Mesir dahulu, dan juga selaku negeri muslim paling demokratis di dunia bisa mengambil peranan lebih aktif menyikapi aksi represif militer Mesir itu.
"Kami menyayangkan selama ini yang keluar dari sikap pemerintah menyangkut mesir hanya kata prihatin tanpa tindakan nyata," pungkasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: