PPMI Imbau Pelajar Indonesia di Mesir Tak Ikut Campur dalam Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 15 Agustus 2013, 13:38 WIB
PPMI Imbau Pelajar Indonesia di Mesir Tak Ikut Campur dalam Politik
ilustrasi/net
rmol news logo . Seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir diminta menaati kebijakan pemerintah Mesir yang memberlakukan situasi darurat dan jam malam yang diberlakukan sejak Rabu kemarin (14/5).

Dengan situasi darurat ini maka warga yang ada di Mesir dilarang keluar rumah pada pukul 19.00 hingga pukul 06.00.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Presiden DPP Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Jamil Abdul Latif, beberapa saat lalu (Kamis, 15/8).

Selain itu, Jamil juga mengimbau kepada seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menjauhi pusat-pusat konsentrasi demonstrasi seperti Tahrir, Gedung Radio & Televisi, Abbasiyah, Rabeah El-Adaweya, wilayah Universitas Cairo, Ittihadeya, dan tempat lain di Cairo dan kota lain yang menjadi tempat konsentrasi massa.

"Sebagai warga asing, agar menghindari ikut campur dalam politik dalam negeri Mesir baik secara verbal, tulisan, maupun tindakan," tegasnya.

Jamil menegaskan bahwa PPMI mengecam pertumpahan darah yang terjadi di Mesir, dan atas nama kemanusiaan, PPMI juga turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA