"Penarikan ini juga sebagai sinyal bahwa pemerintahan hasil kudeta tidak legitimate," kata Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 15/8).
Apalagi, ungkap Mahfudz, Wakil Presiden Mesir yang selama ini juga dinilai pro Reformasi, Mohamed Elbaradei, telah mengajukan diri karena menolak tindakan militer di negaranya.
Elbaradi sudah mengajukan surat pengunduran dirinya kepada pemimpin sementara Mesir, Adly Mansour. Ia tidak siap jika dirinya harus bertanggungjawab atas setiap tetesan darah rakyat Mesir.
"Penarikan Dubes ini menjadi penting untuk ikut mendorong reaksi dunia internasional, apalagi Indonesia diakui sebagai barometer negara muslim demokratis," tegas Mahfudz, yang juga Wasekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
[ysa]
BERITA TERKAIT: