Konvensi Demokrat Terasa Janggal Bila Jumhur Hidayat Jadi Peserta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 13 Agustus 2013, 15:19 WIB
Konvensi Demokrat Terasa Janggal Bila Jumhur Hidayat Jadi Peserta
mora harahap/net
rmol news logo . Belum lagi mendaftar untuk ikut konvensi, gerakan penolakan terhadap Jumhur Hidayat sudah nyaring terdengar. Terakhir, Ruhut Sitompul dari internal Partai Demokrat dengan tegas, lugas, dan jelas menyatakan penolakannya.

Karena itu, sangat wajar bila kemudian Jumhur mengurungkan niatnya untuk mengikuti konvensi.

"Saya agak jarang sependapat dengan Bang Ruhut. Tapi kali ini, pendapat bang Ruhut itu kelihatannya sangat tepat dan mengena", demikian disampaikan Mora Harahap, Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/8).

Selain miskin prestasi dalam memimpin BNP2TKI, katanya, Jumhur memang tidak layak untuk ikut konvensi. Pasalnya, konvensi itu sendiri akan diikuti oleh beberapa kontestan yang sudah memiliki nama, reputasi, dan pengalaman. Sementara Jumhur, karir tertingginya hanyalah sebagai kepala Badan.

"Konvensi pasti terasa janggal kalau Jumhur ikut. Sangat aneh rasanya kalau dia harus berkompetisi dengan Edhie Pramono, Marzuki Alie, Chairul Tanjung, Rusdi Kirana, dan nama besar lain yang akan ikut. Tidak usah komite konvensi, TKI kita saja pasti akan mengeliminasinya?" ungkap Mora.

Karena itu, Mora menyarankan agar Komite Konvensi membuat persyaratan khusus sehingga calon yang benar-benar ikut adalah yang benar-benar qualified. Kalau dibiarkan terbuka secara bebas, dikhawatirkan akan muncul calon-calon asal-asalan. Sudah jelas tidak layak, tetapi tetap mendaftarkan diri.

Pendapat ini disampaikan, lanjut Mora, karena sayang dengan Jumhur. Kalau dia terus maju, dipastikan akan muncul polemik yang kontraproduktif dengan karir politiknya. Buktinya, baru berniat maju saja sudah banyak penolakan.

"Kalau penolakan semakin banyak, yang rugi tentu saja Jumhur sendiri," demikian Mora. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA