Sidang itsbat yang bersandar pada metode
ruyat al hilal ini ternyata mendapat sorotan sekaligus tanggapan dari sosok yang selama ini punya konsen terhadap isu-isu keagaamaan dan kemanusiaan.
Sosok yang dimaksud adalah Denny JA, yang juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Denny, yang belakangan berjuang untuk mewujudkan Indonesia Tanpa Diskriminasi ini, mengatakan bahwa Hari Raya tidak perlu lagi ditentukan di H-1.
"Ini zaman modern. Perlu lebih cepat dan pasti," kata Denny, melalui akun twitter-nya
@DennyJA_WORLD.
Dalam hal ini, Denny menegaskan bahwa untuk menentukan awal bulan Hijriyah itu ada dua metode. Kedua metode ini dikenal dengan istilah hisab dan rukyat. Denny pun berpandangan bahwa kedua metode ini sah.
"Tapi metode Hisab bisa menetapkan Hari Raya jauh lebih cepat," ungkap Denny.
Dengan metode hisab, lanjut Denny, maka Hari Raya sudah bisa ditetapkan jauh-jauh hari. Selain cepat, metode hisab juga memberi kepastian.
"Pemerintah harus ambil sikap, memilih metode Hisab dalam menentukan lebaran karena itu lebih cepat dan pasti untuk umat," demikian Denny.
[ysa]
BERITA TERKAIT: