Terakhir adalah pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati. Andi mengatakan bahwa hasil konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat akan dibahas dan diputuskan dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTPD).
Artinya pemenang konvensi belum tentu menjadi capres. Bahkan, kata Andi, sesuai dengan aturan partai, capres Demokrat akan tetap diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTPD) yang dipimpin SBY.
Kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 6/8), pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, menilai pernyataan Andi ini sudah kehilangan konteksnya. Sebab aturan partai yang tertuang dalam AD/ART dibuat ketika wacana konvensi tidak ada. Seharusnya, bila wacana konvensi mau dilaksanakan, dan memang secara terminologi politik juga konvensi adalah menjaring capres, maka seharusnya Andi tak lagi-lagi membawa Majelis Tinggi.
"Saat wacana konvensi digulirkan maka posisi Majelis Tinggi untuk menentukan capres menjadi terdegradasi," tegas Asep, yang juga gurubesar ilmu hukum.
Kecuali, lanjut Asep, bila memang konvensi yang akan digelar Demokrat itu hanyalah untuk mempermainkan harapan publik. Bila memang sekedar untuk mempermainkan harapan publik dan cuma untuk menaikkan elektabilitas Demokrat saja, maka pernyataan Andi menjadi relevan.
"Maka kalau begitu yang terjadi maka konvensi benar-benar hanya menjadi panggung politik sandiwara Demokrat," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: