Namun berbeda dengan Muhammadiyah yang menggunakan metode
hisab hakiki wujud al hilal, Persatuan Islam menggunakan metode
hisab imkan al rukyat, atau batas kemungkinan hilal untuk diamati dan di-rukyat. Dengan metode ini, meski menggunakan metode hisab, namun Persatuan Islam juga tidak meninggalkan metode rukyat sepenuhnya. Bagi Persatuan Islam, tidak mungkin ada hisab tanpa rukyat dan rukyat yang baik memerlukan panduan hisab.
Dengan metode ini, Persatuan Islam pun menentukan kriteria hisab. Awal bulan hijriyyah dapat ditetapkan jika setelah terjadi ijtimak, beda tinggi antara bulan dan matahari minimal 4 derajat. Di sisi lain, bagi Persatuan Islam, jarak busur antara bulan dan matahari minimal sebesar 6, 4 derajat. Kedua kriteria ini sudah memperhitungkan kecerlangan langit, hamburan cahaya senja, umur bulan, beda azimuth, iluminasi bulan, serta faktor cuaca lainnya.
Nah, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan PP Persatuan dan ditandatangi Ketua Umum Dr KH Maman Abdurrhaman,
ijtimak akhir Ramadhan 1434 Hijriyah terjadi pada hari Rabu lusa, tanggal 7 Agustus 2013, pukul 04:51 WIB. Sementara di Pelabuhanratu, tinggi hilal waktu Maghrib adalah 4° 15’ 49†dan sudut elongasi Bulan-Matahari 7° 18’ 48â€.
Pada Rabu petang saat maghrib, masih dalam perhitungan Persatuan Islam, hilal sudah
imkan al ru’yah, atau bulan sudah wujud menjadi hilal, karena sudah di atas empat derajat.
Dengan demikian, Persatuan Islam sudah bisa memastikan Hari Raya Iedul Fitri 1434 atau lebaran jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013 M.
Catatan, berbeda dengan kalender masehi yang menggunakan perputaran matahari, penghitungan kalender hijriyah berdasarkan perputaran bulan. Berbeda juga dengan kalender masehi yang memulai awal hari dan tanggal pada pukul 00.00, kalender hijriyah mulai awal hari ketika matahari sudah terbenam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: