Karena keprihatinan ini, Direktorat Desimenasi Informasi Badan Narkotika Nasional(BNN) dan Gerakan Nurani Nusantara (GANN) terus menerus giat melakukan sosialisai penyalahgunaan bahaya Narkoba. Kamis sore tadi (1/8), BNN dan GANN kembali menggelar acara Focus Group Discussion yang bertema "Indonesia Bebas Narkoba", dan disosialisasikan kepada ibu-ibu Majelis Taklim di Beji Depok.
Hasil diskusi ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba yang marak saat ini harus terus dibendung dengan mengintensifkan peran serta dan penyebaran informasi yang tepat tentang cara pencegahan dan penangulangannya. Dan Majelis Taklim yang sebagian besar beranggotakan ibu-ibu rumah tangga dapat berperan menjadi kelompok pencegah penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan ini, Kepala Seksi Media Elektronik BNN dari Direktorat Diseminasi Inormasi BNN, Diah Hariani, mengingatkan semua pihak agar berperan aktif dalam mencegah narkoba. Apalagi ibu-ibu Majlis Taklim yang secara rutin memberikan pembekalan kepada Ibu Rumah Tangga harus diselipkan pengetahuan anti-narkoba .
Sementara itu, ketua GANN M. Fariza Y Irawady mengukapkan bahwa upaya pencegahan ini terus berkejaran dengan upaya para bandar memperluas pasarnya. Untuk itu tidak ada jalan lain, kecuali semua pihak harus benar-benar serius mencegahnya.
Acara FGD ini merupakan upaya kongkret BNN dalam melakukan pencegahan karena peserta selain diberi pengetahuan bahaya dan pencegahan Narkoba juga diberi semangat dan motivasi untuk terus hidup positif dan bermakna oleh GANN.
"Dipilihnya Majelis Taklim Nurul Iman di Beji ini merupakan upaya BNN dan GANN ini untuk memperluas jaringan masyarakat anti narkoba," demikian Sekjen GANN Varhan Abdul Azis.
[ysa]
BERITA TERKAIT: