Anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, menilai Moeldoko memang sosok yang layak untuk menjadi Panglima TNI. Mantan Pangdam Siliwangi ini, selain sudah memenuhi kepangkatan sesuai dengan UU TNI No 34/2004, juga dikenal sebagai perwira yang cerdas. Di dunia pendidikan, Moledoko sudah meraih gelar doktor sebagai gambaran intelektualitasnya.
"Saya percaya Pak Moeldoko bisa menghadapi tantangan atau ancaman terhadap pertahanan negara dengan baik dan komprehensif," kata Susaningtyas kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 31/7).
Nuning, begitu Susaningtyas disapa, menegaskan bahwa kecerdasan dan intelektualitas ini menjadi faktor penting dalam memimpin TNI. Sebab era ini bukan lagi zaman perang tradisional yang hanya mengandalkan otot dan alat utama sistem senjata (alutsista).
"Saat ini yang terjadi adalah perang modern yang bersifat asimetrik," tegas Nuning, yang juga Ketua DPP Hanura bidang Pertahanan dan Informasi.
Di era perang modern yang bersifat asimetrik ini, lanjut Nuning, ancaman yang datang berupa infiltrasi. Asing akan menggunakan berbagai cara, dan ke depan eskalasi perang asimetrik ini akan semakin meningkat.
"Situasi kawasan dewasa ini menuntut kecerdasan seorang Panglima," tegas Nuning.
Sebelum menjadi Kasad, Moeldoko sudah menjabat dua kali jabatan penting saat bintang tiga. Jabatan itu adalah sebagai Wakil Gubernur Lemhanas dan Wakil Kasad. Meoldoko pun pernah dua kali menjadi Panglima Kodam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: