Sabam Sirait: TK Punya Ambisi Tapi Bukan Ambisius

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 17 Juli 2013, 17:08 WIB
Sabam Sirait: TK Punya Ambisi Tapi Bukan Ambisius
taufiq kiemas/net
rmol news logo . Sejak SMP, Taufiq Kiemas sudah mengagumi pemikiran-pemikiran Bung Karno. Tak heran, bila dalam titik tertentu, pemikiran Taufiq mengikuti pikiran Bung Karno.

"Dia tidak pernah berbicara kepada saya soal suku-suku. Memang karena itu kami berada di PDI, karena PDI tidak membedakan suku, ras dan agama," kata politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, saat menjadi pembicara dalam acara memperingati 40 Hari almarhum Taufiq Kiemas, di Jakarta Ballroom Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta (Rabu, 17/7).

Acara bertema "Mengengang Pemikiran dan Perjuangan Taufiq Kiemas untuk Demokrasi dan Pluralisme di Indonesia" ini digelar oleh Taruna Merah Putih, sayap pemuda PDI Perjuangan. Selain Sabam, hadir sebagai narasumber Ketua PBNU Said Agil Siradj, cendekiawan Yudi Latif dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Sabam, pada awalnya, Mega dan Taufiq bergerak sendiri-sendiri. Hingga pada akhirnya mereka memiliki pom bensin, dan pom bensin inilah yang membiayai roda partai

"Sering sekali pompa bensin itu mau disegel karena sering memberi bantuan bagi partai," kata Sabam, yang juga deklarator dan juga mantan Sekjen PDI.

"Dia (TK) punya ambisi, tapi bukan ambisius," sambung Sabam. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA