Menurut Yayat (60), supir angkot Banjaran-Bandung, akibat pengecoran itu maka ia harus menghabiskan waktu lebih banyak dan membuat bahan bakar kendaraan jadi boros.
"Saya biasa sehari 3-54 rit, karena ada pengecoran jalan ini hanya bisa dua rit bahkan satu rit. hal ini karena semua kendaraan yang mengarah ke jalur tersebut harus antri menunggu giliran sistem buka tutup," ujar Yayat.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh pengendara kendaraan bermotor lainnya. Juanda menyatakan bahwa seharusnya pemerintah tidak dalam satu waktu melakukan pekerjaan pengecoran jalan tersebut.
"Saya setiap hari lewat jalur ini, harus menempuha waktu 3 jam karena ada pengecoran jalan. Bahkan saat weekend macetnya bisa sampai 4 jam," terang Juanda, sebagaimana dilansir
Javanews.co (Selasa, 9/7)
Sejumlah ruas jalan menuju ke Kabupaten Bandung tengah dilakukan pengecoran, hal ini karena jalanan tersebut berlubang cukup parah.
Ruas jalan yang tengah mengalami pengnecoran yakni, Kopo, Dayeuhkolot pasar, Banjaran hingga ke jalur Rancamanyar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: