PIALA KONFEDERASI 2013

Kemenangan Brazil Menandai Babak Baru Kiblat Sepakbola Jelang 2014

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 01 Juli 2013, 15:40 WIB
Kemenangan Brazil Menandai Babak Baru Kiblat Sepakbola Jelang 2014
ilustrasi/ist
RMOL. Kekalahan tim Spanyol oleh Brazil dalam final Piala Konfederasi 2013 membuktikan bahwa taktik milik spanyol dengan Tiki-Taka nya mati angin di hadapan samba brazil yang sesungguhnya. Brazil mampu mengendalikan sepenuhnya jalan pertandingan selama 90 menit, dan tiga kali membobol gawang Spanyol.

Selama ini, taktik Tiki-Taka selalu menjuarai jagat persepakbolaan international. Sebab hampir semua turnamen dunia, maupun pertandingan persahabatan, selalu dimenangkan oleh Spanyol. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Spanyol bertengger di puncak peringat FIFA.

"Namun Final Konfederasi sudah menandai babak baru kiblat sepakbola jelang menuju Piala Dunia 2014," kata pemerhati dan pencinta sepakbola, Tumpal Daniel, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 1/7).

Pecinta club Persipura Jayapura ini mengatakan bahwa Selecao muda yang dipimpin pemain terbaik, Neymar, yang merupakan titisan Pele, telah meyakinkan pecinta sepakbola bahwa sepakbola indah akan kembali berkibar di tahun mendatang. Kematangan Selecao muda ini sudah melalui ujian sesungguhnya dengan mampu menjinakan semua kekuatan  sepakbola utama seperti Inggris, Belanda, Perancis, Rusia, Italia, Uruguay, dan yang terbaru spaanyol.  

"Sebenarnya Tiki Taka spanyol adalah  sepak bola indah yang bertahun-tahun dikembangkan Barcelona  sebagai club tersukses dekade ini. Tapi daulat untuk sepakbola indah sejatinya memang berada pada talenta-talenta pemuda-pemuda Brazil," demikian Tumpal Daniel. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA