Selama ini, taktik Tiki-Taka selalu menjuarai jagat persepakbolaan international. Sebab hampir semua turnamen dunia, maupun pertandingan persahabatan, selalu dimenangkan oleh Spanyol. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Spanyol bertengger di puncak peringat FIFA.
"Namun Final Konfederasi sudah menandai babak baru kiblat sepakbola jelang menuju Piala Dunia 2014," kata pemerhati dan pencinta sepakbola, Tumpal Daniel, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 1/7).
Pecinta club Persipura Jayapura ini mengatakan bahwa Selecao muda yang dipimpin pemain terbaik, Neymar, yang merupakan titisan Pele, telah meyakinkan pecinta sepakbola bahwa sepakbola indah akan kembali berkibar di tahun mendatang. Kematangan Selecao muda ini sudah melalui ujian sesungguhnya dengan mampu menjinakan semua kekuatan sepakbola utama seperti Inggris, Belanda, Perancis, Rusia, Italia, Uruguay, dan yang terbaru spaanyol.
"Sebenarnya Tiki Taka spanyol adalah sepak bola indah yang bertahun-tahun dikembangkan Barcelona sebagai club tersukses dekade ini. Tapi daulat untuk sepakbola indah sejatinya memang berada pada talenta-talenta pemuda-pemuda Brazil," demikian Tumpal Daniel.
[ysa]
BERITA TERKAIT: