Pertama, kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, karena kontrol atasan sangat lemah. Kedua, karena ada target ambisius dari atasan. Ketiga, bawahan cendrung cari muka. Keempat, tidak ada tolok ukur yang jelas dalam rotasi tugas. Kelima, tidak ada sanksi pemecatan pada perwira tinggi bermasalah.
"Keenam, gaya hidup hedonis yang makin membudaya di kepolisian," kata Neta S Pane dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Senin, 1/7).
Di Hari Ulang Tahun Polri yang ke-67 ini, Neta pun mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan cukup berat, yakni menjaga kamtibmas dari berbagai konflik dan kerusuhan. Aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di 62 kota juga patut tetap menjadi perhatian.
Neta mencatat, situasi kamtibmas fi tahun 2012 tergolong rawan. Berbagai konflik dan kerusuhan terjadi, mulai dari Aceh sampai Papua yang menyebabkan 154 orang tewas dan 217 luka. Konflik terjadi mulai dari bentrok antar kampung, aparat dengan warga, antar aparat keamanan, perkelahian pelajar, bentrokan mahasiswa maupun ulah suporter sepakbola.
[ysa]
BERITA TERKAIT: