Padahal dalam cerita rakyat banyak kearifan lokal yang bisa dipetik hikmahnya.
Hal inilah yang membuat Komunitas Seniman Lombok merasa risau dan gelisah. Kegelisahan mereka pun akhirnya difasilitasi oleh tokoh nasional asal Lombok, Lalu Mara Satria Wangsa. Lalu Mara pun bertemu dan membicarakan hal ini dengan sutradara film
Hari Ini Pasti Menang, Andi Bachtiar, dan sutradara lokal Alam Kundam.
Hasil pertemuan di Jakarta siang ini (Kamis, 20/6) menyimpulkan bahwa legenda rakyat Lombok harus diangkat ke layar lebar dan bisa beredar secara nasional.
Legenda rakyat yang dimaksud adalah kisah Cupak Gurantang. Cupak Gurantang adalah cerita yang mengisahkan keserakahan (Cupak) dan Kebaikan (Gurantang). Dalam pengembaraannya, saat dua bersaudara itu membunuh raksasa, banyak intrik yang dilakukan Cupak seolah dialah yang membunuh raksasa dan melindungi adiknya (Gurantang). Padahal Gurantanglah yang membunuh raksasa tersebut.
Akhirnya Gurantang dibuang di tengah hutan, dan Cupaklah yang kembali ke kerajaan. Cupak melaporkan kepada Raja bahwa dialah yang membunuh raksasa, sementara Gurantang diceritakan tewas di makan raksasa.
"Dari cerita ini dapat dipetik, bahwa nenek moyang kami sudah mengingatkan akan adanya intrik dalam menjalani kehidupan. Cerita rakyat Lombok ini harus menjadi warisan bagi anak cucu kami suku lombok. Janganlah jadi Cupak dalam kehidupan nyata," kata Lalu Mara kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/6).
Usai pertemuan, Lalu Mara berterimakasih kepada Andi Bachtiar, yang juga bersedia mencari sponsor. Namun demikian, Wasekjen DPP Golkar ini juga mengingatkan bahwa keterlibatan dan dukungan Pemerintah Daerah Provinsi NTB sangat diperlukan dan penting.
"Karena film ini juga bagian dari promosi wisata NTB," demikian Lalu Mara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: