Sebagaimana kata Didied, Dradjad juga memastikan bahwa bendera Merah Putih Indonesia memang sama persis dengan bendera Monaco. Dan perlu dicatat, Monaco jauh lebih dulu memakai bendera merah putih dibandingkan dengan Indonesia.
Pada bulan November lalu, kata Drajdad kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 31/5), ia kebetulan ada
meeting di Perancis selatan. Dradjad pun berada di Monaco beberap hari menjelang Hari Nasional mereka, dan bendera merah putihnya berkibar dimana-mana.
"Sambil becanda ke teman Perancis saya, saya katakan Indonesia "menjajah" Monaco. Memang agak heran juga Monaco tidak "menggugat" kita karena memakai bendera yang sama persis dengan mereka," kata Dradjad.
"Jadi kalau bendera Merah Putih diberi sedikit kekhasan supaya tidak sama dengan bendera Monaco, saya rasa masuk akal. Apakah Garuda atau simbol lain, silakan dibahas," sambung Dradjad.
Sebelumnya, Ketua Forum The President Center mengusulkan agar ada lambang burung Garuda Pancasila di tengah bendera negara Merah Putih. Modifikasi ini perlu dilakukan supaya Pancasila lebih diingat dan memperkuat identitas bangsa sebagai lambang negara.
Dia menjelaskan, lambang Garuda Pancasila yang disatukan dengan bendera Merah Putih punya banyak manfaat. Selain untuk memasukkannya ke dalam ingatan jangka panjang rakyat sebagai identitas bangsa, juga untuk membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara bagian Hessen di Jerman, dan bendera negara Monaco yang memiliki warna sama.
Menurut Didied, ada lebih 20 negara yang permukaan benderanya juga diletakkan lambang negara. Meski begitu, Didied tidak menampik jika usulan modifikasi bendera negara itu kemungkinan akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Yang pasti, usul itu tidak bertujuan buruk. Usul ini untuk mengingatkan rakyat akan nilai-nilai Pancasila.
"Kalau memang tidak diterima ya tidak apa-apa, namanya juga kita usul. Pasti banyak yang menentang, tapi tidak ada jeleknya kita mencoba. Tapi, khusus bendera Sang Saka Merah Putih yang ada di Istana tetap tidak berubah karena itu ada unsur historisnya," tegas Didied.
[ysa]
BERITA TERKAIT: