"Kendaraan Bibit keropos dan didukung kader duitan yang kerja kalau ada duit. Kalau tidak ada duit tidak kerja," ujar mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap, Tri Dianto (Senin, 27/5).
Menurutnya, kekalahan Bibit Waluyo ini merupakan kesalahan Partai Demokrat dan koalisi, yaitu Golkar, dan PAN. Partai pendukung Bibit tidak bergerak karena terlalu percaya diri dengan program
bali ndeso bangun ndeso. Padahal program Bibit yang disampaikan pada Pilgub lima tahun lalu itu tidak terbukti.
"(Kekalahan) ini juga karena kesombongan dan percaya diri seorang Bibit dalam mengandeng wakilnya. Bibit merasa berhasil dalam lima tahun pemerintahannya kemudian seenaknya memilih wakil yang bukan dari partai politik tapi dari akademis," tandas Tri Dianto.
Sekarang lanjut loyalis bekas Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini, nyata terbukti. Karena terlalu Bibit terlalu percaya diri dan
partai keropos serta kader duitan, akhirnya calon dari Demokrat kalah dalam
pilkada Jateng.
Soal pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang keluar sebagai pemenang berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei, sangat wajar. Meski pasangan itu hanya diusung PDI Perjuangan sendiri. "Ya bagaimana tidak menang. Ganjar kendaraannya solid didukung oleh kader militan yang bekerja tanpa rasa leLah dengan sosiliasi yang bagus dan cerdas," demikian Tri Dianto.
[zul]
BERITA TERKAIT: