Apalagi, tak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa Jokowi tak memenuhi panggilan Komnas, yang sedianya akan meminta keterangan terkait penggusuran rumah warga Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Kami prihatin dengan rendahnya kualitas komunikasi dan pemahaman HAM pejabat publik kita," ujar komisioner Komnas HAM Maneger Nasution kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 17/5).
Tak hanya itu, Maneger juga menyoroti arogansi Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Maneger menyesalkan sikap Ahok, panggilan orang nomor dua di Jakarta tersebut. Menurutnya, Ahok sudah tidak menghargai lembaga negara. Karena itu, dia akan mengusulkan agar Komnas memanggil yang bersangkutan untuk diminta klarifikasi.
Kemarin, Ahok menuding komisioner Komnas HAM tidak memiliki kredibilitas dan pengetahuan mengenai hak asasi, terkait pembelaan terhadap warga yang tinggal di Waduk Pluit.
"Nggak heran bisa berebut mobil Camry itu Komnas HAM. Tulis baik-baik itu! Nggak heran saya sama anggota Komnas HAM, kalau nggak ngerti HAM. Karena mobil Camry aja bisa berebut. Suruh naik transjakarta aja," kata Ahok dengan nada ketus, Kamis (16/5).
Ahok dengan hormat meminta agar Komnas HAM meninjau ulang mengenai pemahaman mereka tentang hak asasi. Bahkan Ahok bahkan menawarkan untuk memberikan mata kuliah khusus HAM untuk komioner Komnas HAM tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: