Tapi banyak pihak yang menilai SBY tak pantas menerimanya. Karena banyak kasus-kasus diskriminasi yang terjadi di negeri ini selama dia mempimpin. Misalnya, yang terbaru penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah.
Soal itu, Presiden SBY pun angkat bicara lewat akun Twitter-nya @SBYudhoyono jelang tengah malam tadi.
"Konflik antar umat beragama terjadi lagi di Tasikmalaya & Bekasi. Kepala Daerah, Kepolisian & Pemuka Agama mesti lakukan sesuatu," kicaunya.
"Sudah ada kebijakan utk mencegah benturan antara Ahmadiyah dgn komunitas Islam lain. Patuhi, saling tahan diri & cegah kekerasan," sambung Presiden dalam kicauannya.
Penghargaan yang sebelumnya diterima PM Inggris Gordon Brown pada (2009), Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (2008), dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper (2012), akan diberikan kepada SBY di sela-sela kunjungan kerja ke New York, AS, pada akhir Mei ini.
Kunjungan SBY ke New York itu sendiri dalam rangka penyerahan hasil panel tingkat tinggi program pembangunan pasca MDG's 2015 di Markas PBB, Amerika Serikat.
[zul]
BERITA TERKAIT: