SBY: Penyakit Politisi, Mengkritik Habis-habisan Ketika Tidak Menjabat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 24 April 2013, 06:29 WIB
SBY: Penyakit Politisi, Mengkritik Habis-habisan Ketika Tidak Menjabat
sby
rmol news logo Di sela-sela lawatannya di Singapura, Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI tampaknya terus memantau pemberitaan di Tanah Air. Termasuk, soal kritik dari sejumlah kalangan atas nama-nama bakal calon anggota legislatif yang diajukan partai-partai.

"Banyak komentar ttg Caleg (calon anggota DPR) yg diusulkan partai-partai politik. Begini saja .. jangan pilih yg tidak sreg," kata SBY tadi malam.

Hampir sejumlah partai mengajukan nama-nama kontroversial. Termasuk Partai Demokrat. Demokrat dipertanyakan karena mengajukan M. Nasir, kakak M. Nazaruddin, sebagai calon wakil rakyat dari daerah pemilihan Riau.

"Penyakit politisi: ketika tidak menjabat mengkritik habis-habisan, tetapi ketika menjabat tidak melaksanakan apa yg dikritiknya," sambung SBY dalam kicauanya di akun Twitter-nya @SBYudhoyono.

Dalam kesempatan itu, SBY juga membeberkan sisi positif Singapura, yang bisa dicontoh. Yaitu, kotanya bersih dan indah. Karena itu, penduduk dan wisatawan merasa kerasan dan nyaman. "Ayo, para Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia... jangan mau kalah. Kalau Singapura bisa, Indonesia juga bisa," serunya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA