Bisa Jadi Hatta Rajasa Terjebak dalam Permainan Politik Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 22 April 2013, 07:15 WIB
Bisa Jadi Hatta Rajasa Terjebak dalam Permainan Politik Demokrat
hatta rajasa/ist
rmol news logo . Pengangkatan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pelaksana tugas Menteri Keuangan oleh Presiden SBY sangat disesalkan oleh sejumlah kalangan.

Pengangkatan ini dinilai sejumlah pihak sebagai blunder besar SBY di akhir masa kepemimpinannya. Ia terkesan sedang membangun kekuatan untuk mengamankan kekuasaan politiknya di balik pengangkatan tersebut.

"Di akhir jabatan, SBY justru membangun oligarki kekuasaan, dimana semua kekuasaan menumpuk pada satu kelompok. Dalam hal ini, Hatta sebagai besan SBY," ujar Ketua DPP IMM Supriadi Djae kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 22/4)

Diyakini Suja, sapaan akrabnya, SBY saat ini tengah mencari tambahan suara melalui kapitalisasi politik ini. SBY, seolah sedang mengkondisikan kekuasaan politik dengan mendistribusikannya ke orang-orang terdekat, sekalipun itu besan atau bahkan anaknya sendiri.

Terlepas dari strategi SBY tersebut, Suja justru menyarankan kepada Hatta Rajasa agar segera melepas rangkap jabatan itu. Pasalnya, Hatta saat ini masih memiliki kans yang cukup besar untuk terpilih menjadi Presiden di 2014.

Hatta hanya perlu fokus untuk menjalankan program-program yang belum diselesaikan oleh kementeriannya. Dengan fokus di satu bidang inilah secara tidak langsung akan menaikan elektabilitas Hatta di pilpres.

"Secara otomatis, kalau ia berhasil selesaikan amanah, orang akan melirik. Bukan karena jabatannya banyak," selorohnya.

Lebih lanjut, Suja menduga, pengangkatan Hatta ini adalah bagian dari permainan politik Demokrat untuk mengeleminasi Hatta di bursa pencapresan.

"Jangan-jangan ini jebakan Demokrat untuk PAN?" tukasnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA