Diduga Disokong Oknum DPR, Lima Mafia Kuasai Proyek POUPSP Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 06 Februari 2013, 10:23 WIB
Diduga Disokong Oknum DPR, Lima Mafia Kuasai Proyek POUPSP Polri
ilustrasi
rmol news logo Hampir 80 persen proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana Polri (POUPSP) 2013 senilai Rp 1,8 triliun di Polri  ditengarai sudah dikuasai lima mafia proyek. Kelimanya adalah TS, R, S, MA, dan M. Masing-Masing mafia sudah menguasai proyek-proyek tertentu.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane (Rabu, 6/2).

TS misalnya menguasai proyek-proyek alat komunikasi, jaringan komunikasi, dan teknologi informasi senilai Rp 250 miliar. R menguasai proyek pengadaan kendaraan senilai Rp 258 miliar. MA menguasai pengadaan alat-alat deteksi dan kapal. Sedangkan S menguasai alat-alat untuk reskrim senilai Rp 600 miliar. Dan terakhir M menguasai pengadaan peralatan intelijen dan satwa Polri senilai Rp 312 miliar.

Akibat dikuasai mafia proyek, barang-barang yang akan dibeli Polri harganya jadi gila-gilaan. Kuda misalnya Rp 468 juta per ekor, anjing Rp 150 juta per ekor, laptop Rp 28 juta per unit, eksternal disk Rp 7 juta per unit, personal komputer Rp 16 juta, kamera poket Rp 8 juta, kamera DSLR Rp 65 juta, audio video Rp 2,2 miliar per unit, handycam Rp 29 juta, dan tenda dapur umum Rp 40 juta per unit.

Ironisnya, sebagian besar dari mafia proyek itu pernah diblack list Polri karena tidak becus dalam pengadaan barang yang tendernya sudah dimenangkannya.

TS misalnya bermasalah dalam proyek alkom jarkom yang pernah heboh mark up-nya tapi tak kunjung diproses secara hukum. M pernah diblack list karena bermasalah dalam proyek di lalulintas dan BNN.

"Namun para mafia itu bisa kembali berkuasa di Polri karena menggandeng tiga oknum anggota legislatif dari dua partai. Selain itu mereka sangat dekat dengan sejumlah pejabat Polri. Sementara pejabat Polri yang mem-balcklist-nya sudah pensiun," tandas Neta.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA