"Tadi Prof Tjipta Lesmana menyatakan apresaisi yang luar biasa. Ini adalah contoh luas biasa yang belum pernah dilakukan oleh partai manapun sekalipun," ujar Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/2).
Hidayat membandingkan, ada pimpinan partai lain terindikasi kuat terkait korupsi, tapi tetap saja tidak mundur. Bahkan anggota partai yang bersangkuta meneriakkan mundur, ternyata tetap saja bergeming. Sementara, Lutfhi sekalipun belum ada status hukum yang tetap, bahkan pada malam Kamis sebelum datang KPK ke kantor PKS, sudah menyatakan mau mundur dalam rapat terbatas elit partai tersebut.
"Tapi kami berpendapat sebelum ada status yang defenitif belum ada surat resmi dari KPK tentu tidak tepat mundur. Tapi setelah posisinya jelas dan beliau menyatakan keinginan untuk mundur, ya sudah Majelis Syuro menerima pengunduran diri beluiau dan sudah membahas siapa penggantinya. Jadi mundur itu melanjutkan tradisi kita," jelas Hidayat.
Hal itu dikatakan Hidayat saat ditanya bagaimana mungkin PKS tetap optimis suara partai tidak jeblok sementara pucuk pimpinan partai mundur karena tersangkut kasus. Berbeda dengan kemunduran presiden partai PKS sebelumnya yang umumnya karena menduduki jabatan pemerintahan. Luthfi mengumumkan kemunduran dirinya kemarin (Kamis, 31/1) setelah diperiksa KPK.
[zul]
BERITA TERKAIT: