Inilah Tanda-tanda Kebangkitan PKS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 01 Februari 2013, 11:58 WIB
Inilah Tanda-tanda Kebangkitan PKS
istimewa
rmol news logo Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid membantah suara partainya pada Pemilihan Umum 2014 mendatang akan terjun bebas pasca Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangkut kasus suap impor daging.

"Saya mengatakan itu tidak benar," tegas Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/2).

Dia beralasan, PKS tidak pernah menyandarkan kepada figur atau kepada orang  per orang. Partainya lebih mengandalkan kepada sistem dan mesin politik partai dan kinerja kader-kader PKS. Hal ini terbukti pengalaman PKS yang sejak didirikan sudah melakukan gonta-ganti presiden.

"Setiap pemilu, presiden ganti, tapi hasil Pemilu, suara PKS selalu selalu naik. (Pemilu) tahun 1999,  kita hanya punya 7 kursi (di DPR RI). Tahun 2004, Presiden ganti, waktu saya jadi presiden, menjadi 45 kursi. Setelah itu saya diganti malah naik lagi menjadi 57 kursi," ungkapnya.

Justru lewat kasus yang membelit Lutfhi Hasan Ishaaq itu menjadikan kader-kader PKS semakin solid. Karena mereka merasa dizolimi.

"Dan orang yang dizolimi itu, Anda masih ingat (pengamanan) Pak SBY tahun 2004. Karena beliau mengajukan citra dizolimi, malah terpilih jadi Presiden dalam rentang waktu tidak lebih dari setengah tahun. Sekarang ini PKS masih panjang menuju 2014. Masih lebih dari satu tahun. Masih lebih dari cukup untuk membuktikan menjalankan politik bersih," sambungnya.

Siapa yang menzolimi PKS?

"Mereka yang menunggangi kasus ini untuk membonsai PKS, memfitnah PKS. Bahkan saat ini sudah berbentangan spanduk yang mengatakan PKS adalah partai koruptor sapi. Itu artinya kezoliman terhadap PKS. Karena sekali lagi kalau kaitannya dengan harga daging sapi yang naik, itu penentuannya tidak ada di Kementerian Pertanian. Itu lebih pada mekanisme harga pasar dan Kementerian Perdagangan. Lalu kenapa PKS yang disalahkan," jawabnya.

Spanduk-Spanduk itu, jelas Hidayat, bermunculan setelah kasus Lutfhi mencuat. Karena itu dia yakin memang ada menunggangi untuk memfitnah PKS. "Jadi kader kami justru karena dizolimi mereka bangkit semangat satu padu melawan kezoliman untuk memperjuangkan kesuksesan bagi PKS," tandasnya.

Tak hanya itu, informasi yang diterima, plang-plang nama di kantor PKS di daerah sudah mulai dicorat-coret orang tak dikenal. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA