Politisi Kutu Loncat karena Uang Menggangu Proses Demokrasi!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 27 Januari 2013, 10:46 WIB
Politisi Kutu Loncat karena Uang Menggangu Proses Demokrasi<i>!</i>
yudi latif/ist
rmol news logo . Demokrasi jangan hanya sampai dimiliki dan dikendalikan oleh kekuatan uang.

Sebab hal ini akan mengganggu jalannya demokrasi di Indonesia, termasuk terjadinya kader partai yang bisa dengan seenaknya pindah ke partai lain karena adanya pengaruh kekuatan uang tersebut.

Demikian disampaikan Yudi Latif sesaat sebelum memulai acara diskusi panel bertajuk "Urgensi Penguatan Demokrasi Indonesia" yang diselenggarakan Yellow Forum for Young Leader di Asean Room Hotel Sultan, Jakarta (Minggu, 27/1).

Lebih lanjut, Yudi Latif mengatakan bahwa kader parpol yang pindah harus didasarkan karna adanya perbedaan visi, ideologi, dan pemikiran, antara dirinya dengan partai yang tidak mencapai titik temu. Dikatakan Yudi, jika ada kader yang pindah karena tergiur uang dan demi kepentingan pribadi, maka itu tidak dibenarkan.

"Sejauh itu lari karna visi dan ideologi, itu terhormat. Tapi kalau karena kepentingan pribadi atau bahkan uang, itu tidak dibenarkan," tegas Yudi.

Selain Yudi Latif, turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Inisiator YLYF A Dolly Kurnia dan dimoderatori oleh Indra J Pilliang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA