Publik terkejut setelah membaca pemberitaan bahwa pemerintah menyetor uang negara sebesar Rp 25,8 triliun ke lembaga keuangan internasional, International Monetary Fund (IMF), seperti dirilis LSM FITRA kemarin.
Karena itu, DPR didesak untuk mempertanyakan hal tersebut.
"Jadi harus segera DPR panggil Menkeu (Agus Martowardojo)," tegas Direktur Eksekutif Politik Soekarno Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang Hatta Taliwang (Senin, 17/12).
Apalagi sambung Hatta, anggota Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz sudah tegas mengatakan dana itu misterius karena tidak ada di APBN/APBNP.
Kedua, Hatta juga mempertanyakan apakah setoran pemerintah itu ada kaitan dengan sumbangan ke lembaga yang sama yang pernah digelontorkan sebelumnya.
"Pernah terdengar selentingan bahwa pemerintah Indonesia ingin setor 1 miliar USD beberapa waktu yang lalu ke IMF sebagai partisipasi menolong krisis Eropa. Apakah ada kaitan?" tanya.
Pada Juli lalu, Indonesia membantu IMF melalui pembelian surat utang US$ 1 miliar.
Hatta heran dengan kebijakan pemerintah tersebut. Dia bertanya-tanya, apakah negara yang rakyat fakirnya 30-an juta dan miskin 100-an juta ini layak bantu IMF.
"Apakah ini demi citra internasional untuk ambisi SBY jadi Sekjen PBB? Atau ada deal-deal lain? Harus kita usut. Aktivis dan media harus terus kritisi," tandas mantan anggota DPR dari PAN ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: