Dampak yang ditimbulkan pun juga cukup besar. Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan.
Dipastikan, jumlah tadi akan bertambah hingga akhir 2012. Sebab, masih banyak data di berbagai institusi dan BPBD yang belum dilaporkan ke BNPB. Selain itu juga kejadian puting beliung diperkirakan masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah.
Demikian data dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (12/12).
Dalam tiga hari terakhir, puting beliung terjadi di 12 wilayah. Pada Minggu (9/12), puting beliung terjadi di Mojokerto, Gunung Kidul, Pinrang, dan Purbalingga. Pada Senin (10/12), kejadian puting beliung menerjang empat wilayah yaitu Kabupaten Bandung, Jombang, Malang, dan Wonogiri.
Sedangkan pada Selasa (11/12), puting beliung juga menerjang empat wilayah di Kabupaten Cilacap, Bintan, Tabanan, dan Tuban. Saat ini BPBD masih melakukan pendataan. Total kerusakan yang terjadi di 12 wilayah tersebut meliputi 26 rumah roboh, 33 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang dan 333 rumah rusak ringan.
Sejak tahun 2002, puting beliung merupakan bencana yang paling atraktif karena kejadiannya meningkat luar bisa. Dalam sepuluh tahun terakhir, puting beliung naik 28 kali lipat. Jika tahun 2002 kejadian hanya 14 kali, pada tahun 2006 terjadi 84 kejadian, tahun 2010 ada 402 kejadian, dan tahun 2011 terjadi 285 kejadian.
Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim global dan perubahan penggunaan lahan. Namun demikian, riset dan antisipasi terhadap puting beliung masih sangat terbatas. Sistem peringatan dini terhadap puting beliung saat ini belum ada.
[ald]
BERITA TERKAIT: