Tindak Tegas Pelaku Tawuran Pelajar!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 27 September 2012, 09:57 WIB
Tindak Tegas Pelaku Tawuran Pelajar<i>!</i>
zaki iskandar
rmol news logo Baru tiga hari, Alawi Yulianto Putra, 19 tahun, siswa SMAN 6, tewas digeruduk sekelompok siswa SMAN 70. Kemarin tawuran pelajar kembali terjadi dan menewaskan Deni Yanuar, 17 tahun, pelajar kelas  XII SMA Yayasan Karya. Deni, anak pasangan Slamet dan Suyanti, menjadi korban setelah terlibat tawuran dengan kelompok pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Kartika Zaini di Jalan Minangkabau, Manggarai Jakarta Selatan. Deni terkena sabetan celurit di dada sebelah kiri.

Anggota Komisi I DPR RI, Ahmed Zaki Iskandar prihatin atas maraknya tawuran pelajar di Jakarta yang telah menelah korban tewas. Parahnya lagi, tambah Zaki,  belum tiga hari, sudah ada dua siswa yang tewas akibat tawuran pelajar. Kalau sudah begini dan agar tidak tambah parah dan semakin meluas, polisi harus bertindak tegas terhadap semua siswa yang terlibat tawuran. "Razia terhadap kelompok pelajar yang bergerombol dan membawa senjata tajam perlu lebih ditingkatkan, " tutur Zaki Iskandar.   

Terus terang, lanjut Zaki, dirinya merasa prihatin dan miris kalau melihat razia yang dilakukan  polisi terhadap  tas-tas yang dibawa siswa didalamnya terdapat rantai bergerigi, clurit hingga klewang. "Bukankah barang-barang tersebut tidak ada kaitannya dengan  pelajaran mereka, " ujar Zaki yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang.  

Mereka yang terlibat dalam kriminalitas dan terbukti  bersalah harus dihukum. Meskipun mereka anak-anak hukum harus ditegakkan. Apabila hal ini tidak dilakukan. Bukan tidak mungkin kejadian semacam ini akan terulang dan menyebar karena muncul asumsi bahwa hukuman yanh diberikan ringan. 

Penyelesaian tawuran pelajar, tambah Zaki, tidak hanya urusan sekolah. Dalam hal ini, sekolah harus dibantu karena menerima beban luar biasa tidak hanya mendidik, tetapi juga mengubah perilaku sosial siswa yang berat. Menurutnya sekolah tidak bisa langsung dipersalahkan karena terkadang, saat masuk sekolah, anak sudah membawa beban sosial yang luar biasa berat. 

Untuk itu, Zaki menyarankan keterlibatan para orang tua murid  dalam mendidik anak-anaknya juga  harus ditingkatkan. Sebaiknya, para orang tua mengawasi juga perilaku dan perkembangan anak-anak mereka setiap harinya. "Jangan sampai sepenuhnya diserahkan ke sekolah karena sekolah juga punya keterbatasan," tutur Zaki yang akan bertarung memperebutkan kursi Bupati Kabupaten Tangerang, 9 Desember mendatang. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA