Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah Kongkret Cegah Siswa Tawuran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 26 September 2012, 19:36 WIB
Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah Kongkret Cegah Siswa Tawuran
bintang prabowo
rmol news logo Tawuran antarsiswa yang kembali terjadi dan memakan korban di Jakarta sungguh memprihatinkan.

Pasalnya, hanya berselang dua hari dari peristiwa tawuran antarsiswa SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta (Senin, 24/9) yang menewaskan Alawy Yusianto, kejadian serupa kembali pecah di Jalan Minangkabau, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, tadi siang (Rabu, 26/9).

Deny Januar, 17 tahun, siswa SMA Yayasan Karya 66 atau biasa disebut SMA Yake meninggal dunia terkena sabetan celurit di bagian dada.

"Pertama kami sampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya adik-adik kami yang terjadi dalam satu pekan terakhir ini," ujar Sekjen DPP KNPI Bintang Prabowo petang ini.

Kedua, Bintang mengingatkan, tawuran antarpelajar yang memakan korban bukan hanya kali ini terjadi. Tragedi yang mengenaskan itu sudah lama berlangsung.

"Jujur kondisi pelajar tawuran sudah berlangsung lebih dari 3 dekade terakhir ini. Apakah ini bagian dari skenario menghancurkan generasi mendatang negeri ini, atau ada pihak-pihak yang sengaja mengambil keuntungan selain soal solidaritas sesama kawan," imbuhnya.

"(Tapi yang jelas) Ini perlu segera ditangani dengan serius," tekan Bintang.

Oleh karena itu DPP KNPI mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit menyelamatkan pelajar.

Pihak sekolah dan pemerintah serta organisasi-organisasi yang peduli terhadap perkembangan dunia pendidikan di tanah air perlu duduk bersama membuat strategi yang jitu untuk menghentikan tawuran pelajar ini.

"Semoga hal ini tidak terulang," demikian Bintang. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA