Ada beberapa hal yang patut diperhatikan terkait kecelakaan Kapal Motor (KM) Bahuga Jaya di Selat Sunda dini hari tadi.
Demikian disampaikan anggota Komisi V DPR Muhamad Arwani Thomafi sesaat lalu (Rabu, 26/9).
Pertama, terungkap kesimpangsiuran jumlah penumpang akibat tidak jelasnya manifes. Diakui, bisa saja manifes ada, namun sama sekali tidak mencerminkan kondisi riil.
"Tiket terpadu yang diberlakukan PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) yang menerapkan sistem online, dalam kenyataannya tidak mencerminkan kondisi riil. Patut dipertanyakan sistem online yang diklaim telah diberlakukan oleh PT ASDP," jelasnya.
Kedua, penyeberangan Merak-Bakauheni telah dilengkapi Ship Traffic Control (STC) sebagai alat untuk mengendalikan lalu lintas kapal.
"Cukup disayangkan, meski telah dilengkapi STC, namun kecelakaan masih terjadi. Oleh karenanya, harus dilakukan investigasi menyeluruh terkait dengan operasional STC tersebut," sambung Sekretaris Fraksi PPP ini.
Ketiga, masih kata Arwani, harus dilakukan investigasi kelaiklautan kapal. Apakah kecelakaan itu disebabkan faktor teknis, kesalahan manusia, atau persoalan komunikasi navigasi. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: